pria kini semakin terbuka terhadap fashion

Posted on

Kelompok pria lokal semakin cenderung lebih berketerampilan dari aspek gaya, tubuh badan dan banyak yang bersedia menghabiskan ekstra demi menuruti kehendak cita rasa fashion pribadi. Isu ini sangat subjektif serta dianggap sebagai perkembangan positif.

Saya sering diajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan fashion. Mungkin sebab saya bertugas di bidang penerbitan majalah fashion, banyak teman-teman merujuk dan bertanya berbagai pertanyaan serta isu fashion saat.Berikut antara pertanyaan-pertanyaan paling populer serta persepsi saya terhadap topik yang diutarakan. “Apakah pendapat Anda tentang fashion pria Malaysia?” Jujurnya, saya bosan dengan jenis pertanyaan seperti ini dan rasakan seperti tak ada topik lain ke selain busana yang bisa dibahas? Haha.Akan tetapi saya menghormati sifat ingin tahu mereka terhadap pandangan saya tentang skenario mode lokal hari ini.

fashion pria

Minat pria lokal kian berubah yakni terarah mode. Harus diakui, golongan pria di Malaysia semakin menerima, memahami dan bersikap lebih terbuka terhadap fashion. Banyak bisa berbicara secara terbuka tentang topik fashion.Dan paling jelas, mereka tak lagi berani melemparkan persepsi negatif atau menghakimi individu yang mengikuti perkembangan dunia fashion atau ‘coba-coba’ untuk bergaya. Lihat saja gaya pria di kantor atau lembaga keuangan, banyak sudah memakai kemeja dan celana slack berpotongan ikut badan dan membuat dasi, pocket square , sepatu kulit mewah sebagai pelengkap gaya.

Dahulu, pria yang mencoba menunjukkan minat dalam mode atau berani bergaya lebih, tentunya menerima stigma serta berlabel homoseksual. Maka sebab itulah, pria nak beli majalah fashion pun malu. Saya yakin banyak pria urban metro seksual di Malaysia yang lama bersembunyi kini mulai keluar dari kepompong mereka sealiran dengan perkembangan tren kontemporer.Pertambahan profesional muda juga mempercepat pengaruh tren atau fenomena baru ini. Tak kira lapangan kerja atau latar belakang, masing-masing tak lagi hanya mengobrol tentang sepak bola di toko kopi, bahkan bersatu berbagi minat dan nak tahu di mana mereka bisa mendapatkan pakaian cantik.

Paling signifikan, semakin banyak pria sanggup berbelanja lebih demi mendapatkan pakaian atau busana diinginkan. Tak lagi pelit atau pelit untuk berbelanja pakaian bermerek tinggi serta kualitas. Baru-baru ini, H & M berkolaborasi bersama Alexander Wang dan saya sendiri menyaksikan lebih dari setengah pembeli himpunan tersebut adalah golongan pria. Dan lebih mengejutkan, koleksi pakaian pria ‘Alexander Wang for H & M’ habis terjual lebih awal dibandingkan desain wanita. Ini membuktikan bahwa pria benar-benar mengikuti dan menuruti perkembangan fashion saat serta berlomba-lomba untuk styling desain terbaru. Bagi saya ini bagus.

Sewaktu Natal 2014, saya terpukau melihat respons pengunjung di beberapa pusat perbelanjaan. Semua toko pakaian mengadakan penjualan murah secara besar-besaran. Dan yang saya saksikan adalah mayoritas kaum pria (tak kira usia) membanjiri setiap toko pakaian. Sampaikan saya pun rasa tak nyaman nak ‘coba-coba’ lihat lembar apa ditawarkan dek terlalu sesak. Keluar saja dari butik pakaian tersebut, saya lihat banyak orang yang menjinjing tas plastik bermerek mewah. GAP, Zara, Armani Exchange, Sacoor Brothers dan Tommy Hilfiger, you name it! Wah … bukan calang-calang merek tampaknya.

Kalau lima tahun lalu, pengunjung pria nak masuk butik Zara pun ‘menggigil’.Namun, ternyata persepsi pria sudah berubah. Kemewahan itu berhak dinikmati semua yang punya cita rasa.

PROLIFERASI BISNIS STREET WEAR

Perasan atau tak, semakin banyak golongan anak muda melancarkan bisnis pakaian dasar di ajnas situs sosial. Berbagai desain ditawarkan dan saya lihat harga pun tak lah murah mana. Mahal juga! Mungkin karena sikap keterbukaan pria hari ini terhadap fashion semakin meluas, maka konsumen pria tak kisah memilih merek lokal sekaligus mencambahkan bisnis street wear lokal.

Asalkan nampak sesuai dengan gaya mereka dan nampak modis itu sudah memadai agaknya. Inilah hal bagus tentang keterbukaan pria lokal yang sudah menerima dan memahami konsep ‘fashion’. Meskipun ada segelintir desain merek lokal mirip desain merek dari Paris dan New York – mereka tidak kisah.Kata mereka, “It s inspiration, so it s ok. Orang kita pun ada ide!

PERMINTAAN SEMAKIN MENINGKAT

Budaya ini bukan baru, namun merek fashion melihat ini sebagai satu servis yang tidak bisa dipandang enteng. Dari sinilah datangnya keuntungan yang banyak. Sebab itulah, seleksi merek mewah dedikasi pria seperti Blackbarrett, Dolce & Gabbana, Ermenegildo Zegna dan Hugo Boss ‘berani’ meluaskan kekaisaran mereka di Malaysia.

Banyak merek mewah mulai daftar layanan khusus buat pelanggan mereka dari Bottega Veneta sampai ke Gucci. Layanan seperti ‘made-to-measure’ dan‘bespoke’ tak lagi dianggap satu layanan eksklusif, layanan ini sudah menjadi mainstream. Setiap merek berbondong menawarkan servis sebegini, ia cukup accesible for men in Malaysia. Selain itu, proses ini memungkinkan merek berorientasi pelanggan membuka peluang lebih lagi. Tanpa disangkal, konsumer pria lokal tahu apa yang mereka inginkan.

Situs web ‘online shopping’ seperti Zalora, Fashionvalet, Uniqlo dan Mr.Porter yang beroperasi 24 jam menjadi lapangan perbelanjaan buat pria yang lebih suka mendapatkan helaian terhangat dari panggung peragaan ke gerobok busana pribadi. Ini adalah kemajuan disebabkan lelaki kita sudah arif dan bersikap terbuka terhadap dunia mode.

CUMA JANGAN JADI HAMBA MODE …

Dunia fashion memang seronok. Tidak ada alasan untuk tak rasa senang atau gembira tentang fashion. Mode menyatukan banyak pihak. Ini bisa menjadi topik pembicaraan untuk memecah rasa sunyi (especially when you are not surrounded with your clique) . Paling penting, dunia mode mampu menghasilkan pendapatan dan membangun karir seseorang.

Teruskanlah bersikap terbuka serta bebas terhadap busana agar tidak ada lagi golongan kuat mengevaluasi individu lain. Bagi mereka yang kurang senang dengan beberapa tren atau gaya, janganlah mengecam sewenang-wenang di mana-mana media khususnya media sosial. Kalau rasa tak sesuai, lebih baik berterus terang kepada individu tersebut dan jika mereka tak setuju, biarkan mereka dengan cara mereka. Kelak mereka akan mengerti. Atau sebaliknya Anda akan mengerti pula sebabnya. Remember, fashion is all about fun and positivity!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *