10 Penyebab Bisnis Waralaba Gagal – Pahami Alasannya Sebelum Menyesal

By | June 9, 2019

Penyebab Bisnis Waralaba Gagal

10 Penyebab Bisnis Waralaba Gagal ~ Ketika mencari informasi tentang bisnis waralaba, Anda lebih sering mendengar tentang keberhasilan daripada kegagalan. Meskipun Anda sudah mengikuti saran seperti mencari tempat usaha yang ramai, memilih perusahaan franchise terkenal, atau berinvestasi sesuai kondisi keuangan. Namun tetap saja Anda mengalami kegagalan.

Penyebab Bisnis Waralaba Gagal

Menurut komunitas waralaba, ada beberapa alasan penyebab bisnis waralaba gagal. Bila Anda sudah memiliki usaha waralaba atau ingin membeli memulai bisnis waralaba, berhati-hatilah dan hindari 10 hal yang bisa menyebabkan bisnis waralaba Anda mati sebelum waktunya.

1. Kurang Keterampilan Bisnis

Ini adalah alasan terbesar penyebab bisnis waralaba gagal. Banyak perusahaan yang mengatakan bahwa perusahaannya memiliki sistem (SOP) yang bagus, memberikan pelatihan, dan memberi dukungan penuh sampai berhasil. Tidak ada yang salah, namun hal ini membuat pewaralaba hanya mengandalkan fitur-fitur yang diberikan. Sementara faktanya untuk menjadi pengusaha yang berhasil dibutuhkan kompetensi dan ketrampilan, seperti keterampilan penjualan yang kuat. Kesalahan lain adalah pewaralaba menjalankan sendiri usahanya atau menjadi penjaga counter. Menjalankan bisnis kecil terdiri dari banyak bagian: operasional, manajemen tenaga kerja, pemasaran, dan manajemen keuangan. Pemilik waralaba itu harus dapat mengelola semua komponen bisnis tersebut. Seorang pemegang waralaba harus mampu menganalisis sendiri kinerja bisnisnya dan menempatkan diri hanya pada posisi yang diperlukan.

2. Meremehkan Komitmen

Ketika membuka usaha apapun, franchisee harus siap untuk bekerja lebih keras daripada sebelumnya. Memang benar pewaralaba memulai bisnis dan kemudian karyawan menjalankannya untuk mereka. Namun pewaralaba tetap harus benar-benar berkomitmen pada operasi harian untuk periode waktu yang lama sebelum mereka menyerahkan kendali ke tim manajemen. Kadang operasional waralaba terlihat mudah namun tanpa disadari bisnis Anda meredup perlahan-lahan karena kontrol yang kurang.

3. Staf Tidak Berpengalaman atau Tidak Kompeten

Richard Hassur, franchisee Pizza Hut pertama pada tahun 1959, mengatakan bahwa salah satu penyebab bisnis waralaba gagal adalah personel yang tidak berpengalaman atau tidak kompeten. Waralaba melatih karyawan mereka dalam tugas-tugas operasional tetapi tidak menciptakan kesejahteraan karyawan maka mereka juga tidak akan peduli dengan keberhasilan atau kegagalan perusahaan, katanya.

4. Salah Memilih Lokasi Usaha

Penyebab bisnis waralaba gagal lainnya adalah pewaralaba mengambil pendekatan pasif atau langsung menyewa tempat tanpa menyelidiki lebih lanjut. Mengingat bahwa pewaralaba umumnya kurang paham bagaimana memilih lokasi yang tepat. Pewaralaba hanya mengikuti apa kata franchisor atau apa kata orang pada umumnya. Misal; walaupun sekolahan ramai namun Anda tidak mungkin menjual thai tea seharga Rp. 15.000,-.

5. Biaya Sewa Tidak Terjangkau

Ini alasan klasik penyebab bisnis waralaba gagal. Sewa adalah biaya tetap terbesar dalam bisnis kecil apapun. Anda terlalu semangat dan terjebak dalam perjanjian jangka panjang yang tidak bisa dinegosiasikan ulang. Membayar sewa tinggi dapat membuat Anda keluar dari bisnis dengan sangat cepat. Seorang pewaralaba baru sering mengadakan perjanjian sewa tanpa perhitungan matang. Jika sewanya 9 persen dari penjualan atau lebih besar, maka franchisee kemungkinan besar akan gagal. Idealnya, biaya sewa dibawah 7 persen dari pendapatan. Mungkin ada pengecualian jika franchisee memiliki toko yang sangat menguntungkan dan bervolume tinggi di lokasi yang bagus. Namun, itu adalah kejadian yang sangat langka.

6. Modal Kerja Tidak Memadai

Salah perhitungan menjadi salah satu penyebab penyebab bisnis waralaba gagal. Dalam banyak kasus franchisee meremehkan modal yang dibutuhkan untuk mencapai arus kas positif dan awal usaha yang lambat membutuhkan lebih banyak modal kerja. Seringkali, wirausahawan yang agresif berasumsi bahwa jenis bisnis sangat menguntungkan dan cash flow bisa langsung positif. Franchisee baru harus hati-hati memproyeksikan potensi uang tunai-nya. Anda harus memiliki uang cadangan sebelum membuka bisnis waralaba.

7. Keputusan Emosional, Tidak Pragmatis

Seseorang yang menyukai olahraga dan makanan mungkin membeli konsep bar olahraga berdasarkan kesukaan mereka. Namun, saat bisnis berjalan, baru disadari bahwa dia tidak suka detail menjalankan restoran, benci berurusan dengan belanja bahan baku, tidak ingin berada di gym sepanjang hari, dll. Seorang franchisee harus memahami semua komponen praktis dari memiliki dan mengoperasikan bisnis yang dipilih. Tentu saja, suka atau tidak suka franchisee harus masuk ke dalam bisnis pilihannya dan menguasai sampai mendarah-daging.

8. Tidak Mampu Bersaing

Karena sebagian besar perjanjian waralaba meminta persentase pendapatan untuk diberikan kepada pemilik waralaba – serta biaya lain seperti iklan, dukungan kantor, persyaratan pembelian produk. Ini menyebabkan Harga Pokok Penjualan menjadi lebih tinggi daripada pesaing yang tidak harus membayar hal tersebut.

9. Kurang Dukungan Pemberi Waralaba

Saat ini bisnis waralaba sedang trend. Sejumlah waralaba dadakan muncul dari seseorang yang telah sukses, nge-boom, kemudian membuat waralaba. Orang tersebut mungkin sukses tapi belum tentu dia memiliki keterampilan yang profesional untuk mendukung franchisee dengan benar. Seorang pewaralaba membayar royalti berkelanjutan kepada pemilik waralaba untuk dukungan berkelanjutan. Namun ditengah jalan dukungan itu terus merosot dan menghilang, jangan sampai itu terjadi.

10. Sistem Waralaba Cacat

Waralaba tertentu sudah ditakdirkan cacat sejak awal. Tidak ada standarisasi yang diberlakukan. SOP tidak ditulis. Distribusi produk tidak diformalkan. Waralaba yang sukses memiliki sistem yang sangat terorganisir sehingga pemilik baru dapat dengan mudah menjalankan operasinya tanpa gangguan. Beberapa waralaba memiliki masalah yang sulit diatasi. Sangat penting bahwa calon franchisee menyelidiki secara komprehensif pada peluang waralaba yang akan dipilih. Waralaba yang cacat mungkin sulit dioperasikan dan dapat menyebabkan kegagalan pewaralaba. Mengunjungi gerai-gerai yang ada, Anda akan mendapat umpan balik yang berguna sebelum mengambil keputusan.

Dengan memahami penyebab bisnis waralaba gagal, Anda akan lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan. Semoga Anda sukses menjalankan bisnis waralaba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *