Fashion Indonesia

Fashion Indonesia 2016

Fashion Show Unik di Eskalator Bandara

Fashion Show Unik di Eskalator Bandara – PT Angkasa Pura II baru mengkolaborasi bersama IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia) buat pertamakalinya menyelenggarakan fashion show di bandara Soekarno-Hatta. Tiga desainer IPMI yg didaulat pamer karya di sana yaitu Mel Ahyar, Danny Satriadi, & Tri Handoko. Ketiganya membawa tema gede smart and fashionable traveling outfit tepat dgn ruangan peragaan busana.

Terminal 3 Pengembangan yg biasa dibilang Ultimate disulap jadi lokasi fashion show kepada Rabu (20/6/2016). Peragaan busana pasti tak berjalan di ruang check ini atau landas pacu bandara. Para model membawakan rangkaian busana lewat eskalator & ruangan menunggu keberangkatan pesawat di terminal yg belum diperlukan itu.

Mel-ahyar-show

Mengakses fashion show dgn rencana unik tersebut ialah Mel Ahyar lewat lininya Happa. Kali ini, Mel membawakan koleksi Fall/Winter 2016 bertopik Lady Lama. Brand tersebut hadir bersama nuansa etnik yg kali ini terinspirasi dari perawan Tibet.

Husus buat ‘Terminal 3 Fashion Show’, sekian banyak potong busana ditambahkan maka tidak sama dgn fashion show di JFFF 2016 pada awal mulanya . Demikian pula bersama styling yg disesuaikan dgn tema traveling. “Kita kali ini membawa (memberikan inspirasi) wanita Tibetan. Lantaran Happa senantiasa membawakan culture di tiap-tiap koleksi. Kita tertarik dari sudut sakral, religius, & bersahajanya wanita Tibetan,” ungkap Mel setelag fashion show.

Meskipun nuansa Tibetan kental bersama unsur draperi, kali ini Mel lebih tidak sedikit menampilkan siluet loose yg lebih simpel. Faktor tersebut tampak kepada satu buah penampakan di mana rompi oversized dipadukan bersama celana pipa. Dia pula menghadirkan corak floral dari bunga pegunungan Tibet yg tampil terhadap dress, atasan, juga celana. Adapun tempelan bunga 3D yg menambah daya atraktif satu buah kemeja hitam berpotongan asimetris terhadap hemnya.

Pertamakali ditawari fashion show dgn gagasan bandara & eskalator, Mel mengaku gemar. “Awalnya cocok ditawarkan dikira di bandara lama, takut crowd-nya seperti apa. Namun sebab di bandara baru, look-nya baru, belum sempat pada awal mulanya, lebih-lebih ada gimik eskalator, demikian ditawari, serta-merta ingin,” kata desainer yg sedang mempersiapkan koleksi baru utk ditampilkan di luar negara itu.

Terkecuali Mel, dipamerkan juga koleski Austere dari Tri Handoko. Rangkaian busana itu hadir dgn design minimalist, potongan edgy, juga ramai rincian ruffle. Sementara Danny Satriadi menampilkan koleksi busana monokrom dgn sentuhan motif batik Cirebon yg etnik tetapi unik. Masing-masing desainer menyuguhkan 12 penampilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *